JAKARTA: Penetapan Nusantara sebagai ibu kota Republik Indonesia hanya menunggu keputusan rasmi dari Presiden negara itu.
Menurut Utusan Malaysia, perkara itu diumumkan oleh Ketua Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono yang menyatakan undang-undang khusus mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah tersedia dan hanya menantikan keputusan Presiden untuk penetapan status berkenaan.
Adapun proses penyerahan bendera Pusaka Merah Putih dan Naskah Teks Proklamasi akan dimulakan dengan upacara pelepasan yang diserahkan oleh Heru ke Istana negeri IKN.
Di sepanjang jalan yang dilewati, ribuan masyarakat dan pelajar akan menonton sambil melambaikan tangan serta mengibarkan bendera merah putih, memberi salam perpisahan pada Bendera Pusaka yang buat julung kalinya berkibar pada hari peringatan Kemerdekaan Indonesia kali ke-79 di halaman Istana Negara IKN.
Tahun lalu, Nusantara di Kalimantan Timur bakal menggantikan Jakarta sebagai ibu negara Indonesia.
Ia sebahagian daripada rancangan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) untuk merancakkan aktiviti ekonomi ke seluruh negara dan mengurangkan kepadatan penduduk serta kesesakan lalu lintas di Jakarta.
Pembangunan Nusantara yang menelan perbelanjaan sebanyak AS$32 bilion (kira-kira RM128 bilion) dilakukan secara berperingkat, mulai dari 2022 hingga 2045.
Nusantara menjanjikan sebuah ‘kehidupan’ yang lebih baik. Antaranya, kerajaan Indonesia menyasarkan untuk menempatkan semula sehingga 1.9 juta orang ke Nusantara menjelang 2045.
Baru-baru ini, Presiden Terpilih, Prabowo Subianto mengumumkan sambutan Hari Kebangsaan Indonesia pada tahun depan akan diadakan di Ibu Kota Nusantara.


































